Sabtu, 16 Agustus 2014

Ayah, Ibu Ajak Aku Bicara




gambar dari sini

Membangun komunikasi dengan anak bukan dimulai saat anak sudah bisa ngobrol. Bahkan harus dimulai sejak kita tahu ia hadir dalam kandungan ibu. Mengajak janin bicara memberi dampak baik kepada anak itu sendiri maupun kepada ibu yang mengandungnya.
Pada awal kehamilan, indera janin belum terbentuk sempurna. Sehingga kita bisa saja menganggap sia-sia mengajak janin bicara. Namun hal ini baik bagi ibu yang mengandungnya karena alam bawah sadar Ibu butuh dilatih untuk mempersiapkan diri menerima kehamilan dan persalinan. Contohnya, banyak Ibu yang mengalami berbagai keluhan pada saat kehamilan tri semester pertama. Nah, dengan rasa penerimaan ini, Ibu akan lebih mudah mengendalikan psikisnya. Sehingga ia tidak mengikuti perasaannya saja yang bisa berdampak buruk pada kesehatan fisik dirinya maupun janin.
Cara berkomunikasi dengan janin bisa dengan melakukan sentuhan seputar perut di sekitar rahim berada sambil berbicara yang ditujukan kepada janin. Hal ini sebaiknya dilakukan tidak hanya oleh ibunya saja. Ayah dan kakaknya sang janin sebaiknya ikut melakukannya. Penerimaan dari keluarga besar akan menimbulkan rasa nyaman bagi sang ibu hingga berdampak baik bagi janin.
Ketika indera janin sudah terbentuk, komunikasi yang dilakukan oleh ibu, ayah dan kakak akan membangun rasa percaya diri sang janin. Jangan dikira janin itu tidak bisa menangkap nada-nada positif dari lingkungannya. Sentuhan lembut, sapaan ceria dan penuh kasih sayang akan dirasakan langsung oleh janin. Sebaliknya kalau ia tidak dipedulikan atau lingkungannya penuh dengan suasana negatif, maka jiwa janin pun akan merekamnya. Menurut penelitian, janin dalam kandungan sudah memiliki perasaan, kesadaran dan daya ingat. Janin yang sering diajak berkomunikasi positif, ke depannya akan tumbuh menjadi anak yang mudah bersosialisasi dengan lingkungan.
Manfaat lain dari mengajak bicara janin yaitu merangsang pembentukan sel-sel otak janin sehingga anak yang dilahirkan memiliki kecerdasan lebih. Dari sini dapat disimpulkan bahwa mengajak janin berkomunikasi memberi banyak manfaat bagi ibu dan anak. Hal ini sudah dibuktikan dalam berbagai penelitian oleh beberapa ahli seperti ahli neurologi, sosiologi, biokimia, psikologi dan lainnya.
Di bawah ini, akan dijelaskan secara singkat beberapa tahapan perkembangan indera janin dalam kandungan:
1.      Indera Peraba: Indera peraba akan berkembang sebelum janin berusia 8 minggu. Pada saat ini bayi sudah bisa merasakan sentuhan.
2.      Indera Pendengaran: Indera ini mulai berkembang mulai minggu ke-8 hingga minggu ke-24. Janin sudah bisa bereaksi saat mendengar suara-suara keras. Sehingga Ibu harus hati-hati dalam berbicara supaya tidak mengejutkannya. Orang tua yang marah akan memancing rasa marah juga pada janin. Sebaliknya ucapan yang lembut akan menentramkan janin. Pada minggu ke-25, janin sudah bisa mengenali suara ibu dan orang-orang yang biasa berkomunikasi dengannya.
3.      Indera Perasa: Indera perasa janin akan terbentuk pada minggu ke 13-15. Pada usia ini janin dapat mengecap substansi yang memiliki rasa pahit atau manis.
4.      Indera Penciuman: Indera penciuman akan terbentuk pada usia kehamilan 11 - 15 minggu. Bayi akan mengenali siapa ibunya pun salah satunya berdasar dari indera penciuman ini. Bayi akan menemukan kenyamanan dengan mencium bau badan ibunya.
5.      Indera Penglihatan: Pada awal kehamilan hingga usia ke 26, retina mata bayi mulai terbentuk.Meskipun begitu di usia kehamilan 16 minggu, mata sudah dapat mendeteksi pancaran sinar.
Dari pengetahuan ini hendaknya kita bisa sedini mungkin melakukan yang terbaik untuk anak. Sehingga lahirlah generasi-generasi unggul yang bisa melakukan hal terbaik pula untuk Allah dan ummat. Tentunya, hal terbaik itu bukan pada komunikasi saja. Tapi makanan halal dan bergizi bagi sang ibu juga patut diperhatikan. Kesehatan fisik dan psikis ibu akan memberikan sumbangan besar dalam proses kehamilan.
Harus diperhatikan juga bahwa komunikasi yang dibangun sejak anak dalam kandungan ini jangan sampai putus hingga ia lahir dan tumbuh dewasa. Kedekatan jiwa, saling memahami satu sama lain dan kelancaran komunikasi akan banyak membantu dalam proses orang tua mendidik anak dan keharmonisan keluarga.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih sudah meninggalkan jejak :)