Rabu, 14 November 2018

Pengalaman Bersama Anak Super Aktif


Untuk ketiga kalinya Ade luka yang memerlukan jahitan. Ceritanya hari selasa sore saya sedang masak di dapur, sedangkan hape dalam keadaan lowbat dan dicas di kamar tidur. Sementara suami pulang cepat dari kantor karena tidak enak badan sedang dipijit oleh terapis di kamar tidur tamu.
Begitu selesai masak saya rebahan sambil buka hape. Saya langsung terperanjat begitu melihat notifikasi dari Ibu Kepala Madrasah yang mengabarkan kalau Ade sekarang sedang ditangani dokter karena kulit di bagian kakinya sobek dan  harus dijahit.
Ade sekarang duduk di kelas 3 madrasah ibtidaiyah. Pulang-pergi sekolah menggunakan mobil jemputan. Konon katanya, luka Ade akibat tergores besi pintu jemputan. Persisnya saya tidak tahu dan tidak terlalu ingin tahu lebih detailnya. Saya sangat tahu betul karakter super aktif Ade. Bagi saya yang penting Ade sudah mendapatkan perawatan dan kini baik-baik saja. Tanpa menunggu lama saya dan suami langsung berangkat menuju sekolah Ade. Kebetulan sekolahnya Ade memiliki klinik dengan dokter jaga.
Sampai di klinik, proses penjahitan sudah selesai. Kaki Ade mendapat 9 jahitan. Ade sudah terlihat ceria lagi meski saya melihat wajah lelahnya, mungkin karena kaget dan sakit saat proses pengobatan. Pulangnya kami dibekali obat antibiotik sirup yang harus diminum 3 x 2 sendok obat dan paracetamol sirup yang harus diminum 3 x 1 sendok obat. Dokter berpesan supaya lukanya tidak terkena air dan harus kontrol kembali 3 hari kemudian.
Memiliki anak seperti Ade bagi saya banyak sport jantungnya. Dari semenjak bayi dia terlihat aktif. Beberapa kali jatuh dari tempat tidur. Awalnya suami suka menyalahkan seakan-akan saya tidak berpengalaman menjaga anak. Padahal di atas Ade ada 5 anak yang pernah saya rawat dengan tangan saya sendiri. Ketika Ade semakin besar, nyatalah terlihat kalau Ade berbeda karakter dengan 5 kakak-kakaknya. Mungkin ada ya, satu anak yang cukup aktif selain Ade, namun mungkin karena perempuan, aktifnya lebih teredam tidak se-“frontal” Ade.
Memasuki usia balita, Ade pernah mengalami beberapa kejadian seperti jatuh menggelinding di tangga, kakinya terkena kaca, jatuh terjungkal dari kursi, dan lain-lain. Kakinya selalu dihiasi warna biru-biru memar. Lututnya kerap penuh koreng. Kuku-kuku jari kakinya menghitam dan sering terkelupas. Dulu saya suka heran. Mungkinkah Tuhan menciptakan setelan ‘speed’ Ade kecepetan? Dia selalu melakukan apa pun dengan berlari, meloncat dan gerakan cepat lainnya. Misalnya, ketika baru saja Ade bilang ingin minum. Begitu saya memberikan perhatian, yang terjadi adalah Ade sedang memanjat rak piring untuk mengambil gelas. Dan itu kejadiannya cepat sekali.
Terus, jangan disangka yang mendapatkan luka itu hanya Ade. Orang-orang di sekelilingnya pun sering terkena dampaknya. Suatu kali, saya pernah tiduran. Dalam keadaan terpejam, tiba-tiba sesuatu yang keras menghantam pelipis kiri saya dekat ke  mata. Saat itu juga Ade menjerit kesakitan. Olala, yang terjadi adalah ternyata Ade menjatuhkan kepala belakangnya ke pelipis saya. Ade kesakitan dan tentu saja saya juga. Rasanya seperti banyak bintang di kegelapan hahaha... Tidak lama kemudian mata saya membengkak hingga sebesar telur ayam. Badan saya pun terasa meriang. Teteh, anak saya yang paling besar segera menelepon ayahnya di kantor supaya cepat pulang dan membawa saya ke dokter untuk mendapatkan pengobatan.
Demikian pula tetangga dan teman-temannya. Mereka jadi ngeri dekat-dekat Ade. Ade itu, jika ingin sampai ke satu tujuan, dia tidak pernah memikirkan ada apa tepat di depannya atau di samping kanan kirinya. Fokusnya hanya ke tujuan. Dia lari secepat mungkin ke tempat yang dituju, tidak peduli tangannya menyenggol orang lain, badannya terantuk benda-benda di sekelilingnya dan kakinya terpeleset. Dia akan bangun lagi tanpa merasa kesakitan untuk melanjutkan tujuannya. Baru, setelah “korbannya” protes, dia akan berhenti dan tercengang. Ade sebetulnya lembut hatinya. Begitu mengetahui ada orang yang tersakiti akibat perbuatannya, dia segera bersimpati dan malah lupa pada tujuannya. Ade akan mendekati orang yang tersakitinya itu untuk meminta maaf dan berusaha menolong meringankan sakitnya seperti mengusap-usap bagian yang sakit.
Beberapa orang tua yang pernah jadi “korban” Ade, sikap Ade itu malah menimbulkan simpati dan malah jadi ada kedekatan hati. Karena Ade itu anaknya senang berdialog. Ketika orang tua itu  menegur Ade, biasanya Ade langsung menerima kesalahannya dan mengungkapkan permintaan maaf serta berjanji tidak akan mengulangi. Tapi ada beberapa orang tua yang anaknya pernah jadi “korban”, alhamdulillah belum pernah sampai fatal,  paling tersenggol atau hampir tersenggol, itu wah marahnya bukan main. Mungkin orang tuanya kaget dan khawatir anak yang selama ini disayang-sayang kok hampir saja mendapat celaka. Ya, saya sangat memaklumi akan hal itu. Sedangkan untuk teman-teman sepantarannya, mereka biasanya protes tapi kemudian bermain lagi. Walaupun mereka terlihat lebih waspada ketika tahu Ade mendekati mereka. Sepertinya insting teman-teman Ade sudah mengenali, mereka harus refleks menghindar saat Ade melakukan gerakan tiba-tiba.
Mengenai karakter Ade yang mungkin beresiko bagi dirinya dan orang lain, tentu saya tidak membiarkannya. Saya dan gurunya di sekolah bekerja sama untuk selalu mengingatkan Ade supaya lebih  mengontrol gerakan-gerakan tubuhnya. Pada dasarnya Ade itu anak yang sangat bersemangat dan energinya luar biasa. Eh, padahal Ade gak makan nasi lho (kapan-kapan saya cerita yang ini ya). Dia semangat dalam berbagai hal termasuk belajar. Dia berani dan hampir tidak ada rasa takut. Dia pun pandai bergaul. Dia tidak betah tinggal di satu tempat. Dia akan merasa lebih capek terkurung di dalam mobil, ketimbang berlari keliling lapangan sepak bola. Di lingkungan rumah, teman-temannya banyak. Kalau hari libur, banyak teman-temannya yang mengajak main keluar. Ade tuh sering sekali baru saja pulang main dan masuk ke rumah, eh teman lainnya sudah memanggil kembali untuk keluar.
Ade di masa balita

Saya pernah mencoba menyalurkan energi Ade ke klub taekwondo di dekat rumah. Sayangnya sekarang klubnya pindah dan lumayan jauh dari rumah. Saya memutuskan untuk menghentikan  karena latihannya malam hari. Padahal Ade sekolahnya full day. Jadi, rasanya kasihan sekali kalau harinya terkuras dengan berbagai aktivitas di luar. Biarlah bermain-main saja bersama kakak-kakaknya di rumah.
Menghadapi beberapa anak dengan berbagai karakter membuat saya memahami bahwa karakter itu dianugerahkan Allah kepada setiap manusia sepaket dengan peluang sekaligus resikonya. Saya katakan peluang karena bisa tidak menjadi potensi jika kita tidak memanfaatkannya. Dengan karakter Ade yang aktif, Ade berpeluang mempelajari banyak hal dalam hidupnya dengan bergaul, belajar, mengalami masalah dan lain-lain. Hal itu akan terekam dalam dirinya dan menjadi potensi yang akan menjadi bekal di kehidupannya yang akan datang.
Sebagai orang tua, saya selalu takjub melihat ciptaan yang Maha Kuasa berupa karakter yang berbeda-beda pada setiap anak saya. Saya melihat potensi-potensi besar di dalamnya. Potensi yang apabila terpelihara, tumbuh dengan baik dan diarahkan pada hal yang tepat pasti akan menghasilkan karya yang hebat di kemudian hari. Mengingat hal itu, saya bertekad supaya dapat menjaganya sehingga tidak patah atau hilang. Namun di satu sisi, saya pun harus siap menyaksikan resiko-resiko yang mungkin terjadi dari potensi itu. Oleh karenanya menjadi tugas orang tualah untuk mengawal supaya potensi itu tidak salah arah atau membahayakan secara fatal.
Saya bersyukur kepada Allah yang telah menanamkan rasa kasih sayang pada diri seorang ibu  kepada anaknya. Karena itu merupakan anugerah dan nikmat yang luar biasa. Saya hanya bermohon kepada Allah supaya senantiasa menjaga anak-anak saya dari berbagai kecelakaan dan kejahatan serta saya diberi kesabaran dan kekuatan dalam menjalankan tugas-tugas sebagai seorang Ibu.

Kamis, 08 November 2018

Gadai Emas untuk Biaya Haji


Setiap muslim sejati pasti berharap ingin menunaikan ibadah haji, ibadah wajib yang ke-5 dalam rukun Islam. Demikian pula dengan saya dan suami. Namun apa daya, biaya untuk daftar haji tidak kunjung genap di buku tabungan kami. Udah nambah, eh berkurang lagi untuk berbagai kebutuhan lain. Kalau udah gitu, rasanya saya gemes karena merasa kurang mempioritaskan dana untuk berhaji. Padahal bisa jadi sebetulnya saya mampu.

Di Indonesia, untuk mendapatkan porsi haji, kita mesti mendaftarkan diri dengan menyerahkan beberapa persyaratan berupa berkas-berkas dan uang muka biaya haji sebanyak Rp 25 juta. Waktu itu, uang kita di rekening tabungan yang direncanakan untuk biaya haji hanya mencapai sekitar 10 juta. Saya punya lah perhiasan emas 17 karat berupa gelang dan cincin kawin senilai kurang lebih 20 gram. Kalau dijual mungkin bisa dapat 10 juta-an.

Duh, mungkinkah saya bisa menabung hingga mencapai nilai 50 juta tanpa terganggu, supaya saya dan suami bisa bersama-sama daftar haji. Sebenarnya, saya bingung juga karena merasa uang 10 juta di tabungan pun mengendap begitu saja, tidak produktif. Dipakai biaya haji tidak cukup, mau dipakai untuk keperluan lain dulu, khawatir susah lagi baliknya hehe...

Sampai akhirnya saya terpikir sesuatu dan saya pun melemparkan ide itu pada suami.
“Pak, gimana kalau uangnya kita titip di Alloh saja?” ungkap saya.
“Maksudnya bagaimana?” tanya suami.
“Bagiamana kalau uang tabungan dan perhiasan emas saya itu digunakan untuk biaya umrah Abak (mertua saya)? Totalnya kan bisa mencapai 20 jutaan. Kalau pun kurang, paling kita nambah-nambah dikit. Mudah-mudahan saja dengan cara begitu, harta kita jadi berkah dan mengundang rahmat Allah hingga Dia memudahkan kita untuk berhaji ke rumah-Nya.”

Saya merasa rencana penggunaan uang untuk umrah ini tidak menyalahi niat awal karena toh sama-sama digunakan untuk ke tanah suci.

Suami setuju dan langsung menelepon ayahnya untuk menawarkan barangkali mau berangkat umrah. Kebetulan paman saya tidak lama lagi akan berangkat umrah pula. Barangkali saja bisa berangkat bersama. Namun ya, takdir berkata lain. Kita punya rencana, kenyataannya mertua belum siap berangkat karena kondisi kesehatan. Kecewa sih, rasanya kita tidak mendapat titik terang selain harus kembali ke cara awal yaitu menabung lagi yang entah kapan akan terkumpul hingga 50 juta. Duh, kami harus bagaimana, ya Alloh?

Esok paginya saya cerita ke suami tentang adik-adik saya yang suka beli logam mulia di Pegadaian. Saya bilang, saya tertarik juga. Soalnya kalau uang tidak diinvestasikan ke benda yang berguna, suka habis gak terasa.
Suami bilang, “Kan selama ini kamu juga udah investasi.”
Saya terbelalak heran, “oya?”
“Iya, investasi ke tas, baju, kosmetik, dan lain-lain,” godanya sambil tertawa.
Idiih...ternyata dia nyindir ya haha... Iya, emang dia bener sih.
“Makanya itu. Barang kayak gitu kan habis atau rusak. Sedangkan emas, semakin lama nilainya semakin naik. Terus kita bisa jual lagi kalau butuh,” ujar saya.
“Ya, udah tanya-tanya sana ke Pegadaian,” pungkas suami.

Saya pun berangkat ke Pegadaian dan mulai tanya-tanya tentang cara pembelian logam mulia di Pegadaian. Ternyata ada yang model pinjaman yang ditentukan cicilan per bulannya dan ada yang berbentuk tabungan emas (Saat menulis artikel ini, saya sudah mencoba dua-duanya. Kapan-kapan saya cerita soal ini ya).

Brosur Arrum Haji
Sambil mendengarkan penjelasan customer service, mata saya melirik ke brosur yang ada di mejanya. Kata ‘ARRUM HAJI’ menarik perhatian saya. Saat itu juga saya membelokan pembicaraan.
“Maaf, Mba. Saya potong dulu. Saya ingin tahu brosur tentang apa ini?” tanya saya sembari mengambil dan menyodorkan brosur tersebut.
“Oh, itu program peminjaman dana haji dengan jaminan emas, Bu. Jadi, kalau Ibu punya perhiasan senilai 7 jutaan atau kurang lebih 25 gram, itu bisa dijaminkan kesini. Nanti kita pinjamkan dana sebanyak Rp 25 juta untuk dapat porsi haji. Kita akan antar Ibu sampai ke meja pendaftaran haji. Setelah itu Ibu bisa mengembalikan dana pinjaman secara mencicil hingga 5 tahun. Jika sudah lunas, kami akan mengembalikan perhiasan Ibu. Mungkin ke depannya bisa ibu jual perhiasan itu untuk pelunasan biaya haji. Jadi Ibu tidak bingung lagi dengan pelunasannya. Nah, Program Arrum Haji ini digulirkan oleh Pegadaian Syariah, jadi sistem pinjamannya pun dengan sistem syariah ya, Bu.”

(WHAT?!!! Ternyata perhiasan yang saya punya selama ini bisa juga jadi modal daftar haji?)

Saya bilang, “sepertinya perhiasan yang saya punya nilainya nyampe segitu deh, Mba. Bisakah saya ikut program ini?”
“Tentu saja, Bu. Bahkan kalau Ibu tidak punya perhiasannya tapi punya uang cash, Ibu bisa beli logam mulia 25 karat di pegadaian sebanyak 15 gram. Harganya kira-kira 8 jutaan. Nah, logam mulia itu bisa Ibu jaminkan kesini untuk mendapat pinjaman dana pendaftaran haji.”

Pikiran saya langsung melayang ke uang tabungan haji yang urung dipakai. Berarti perhiasan saya bisa untuk daftar haji saya, dan uang tabungannya bisa dipakai untuk beli logam mulia sebagai jaminan pendaftaran haji suami saya. MasyaAlloh... ternyata Alloh langsung memberi jawaban kepada kami bahkan tidak sampai satu hari.

Setelah mendengarkan lebih lanjut mengenai syarat-syarat pendaftaran Program Arrum Haji, saya pun permisi pulang karena ingin segera memberi kabar pada suami.

Di rumah saya menelepon suami yang sudah berangkat ke kantor. Alhamdulillah suami setuju dan bilang, ya siapkan saja seluruh persyaratannya.
Dengan semangat tinggi, saya pun menyiapkan seluruh persyaratannya. Nah, ini dia persyaratannya:
1.      Perhiasan emas senila 7 jutaan ATAU uang untuk membeli LM 15 gram
2.      Biaya administrasi Rp 270.000,-/orang
3.      Saldo Tabungan Haji Rp 500.000,-/orang
4.      Foto Copy KTP 5 lembar bolak-balik
5.      Foto Copy Kartu Keluarga 5 lembar bolak-balik
6.      Foto Copy surat nikah 5 lembar full
7.      Pas foto 80% 3x4 (15 lembar), 4x6 (10 lembar)
8.      Surat Keterangan Sehat dari Puskesmas atau Rumah Sakit Pemerintah
9.      Surat Keterangan Domisili dari RT, RW, Kelurahan, Kecamatan
10.  Materai 2 lembar

Setelah semua lengkap, saya segera mem-foto copy seluruh berkas yang dibutuhkan. Untuk pas foto, kebetulan masih ada file foto bekas syarat umrah beberapa tahun lalu. Tinggal dicetak ulang sejumlah yang dibutuhkan. Saya pun datang ke RT, RW, Kelurahan dan Kecamatan untuk meminta Surat Keterangan Domisili. Tanpa menunggu suami, sekalian pula saya ke Puskesmas untuk mendapatkan surat keterangan sehat. Pikir saya, karena waktu saya lebih luang dari suami, setidaknya saya jadi lebih tahu dulu prosedurnya. Jadi pas suami periksa kesehatan bisa lebih cepat karena gak bingung lagi soal prosedur. Pokoknya yang bisa saya lakukan sendiri, saya lakukan. Alhamdulillah 2 hari selesailah urusan-urusan berkas.

Saya pun datang kembali ke Pegadaian untuk menyerahkan syarat-syarat pendaftaran Program Arrum Haji. Pegadaian membuat Surat Tanda Terima Berkas dan Syarat Arrum Haji. Selain itu, saya dan suami diminta bersiap dihubungi dan meluangkan waktu untuk melakukan akad pinjaman, pembukaan tabungan haji di bank syariah yang bekerja sama dengan pegadaian dan pendaftaran haji ke Kemenag tingkat kota. Rencananya saya akan mencicil selama 5 tahun.
Diantar langsung daftar haji ke Kemenag tingkat kota

10 hari kemudian, datanglah panggilan itu. Saya dan suami melakukan Akad Pinjaman yang Disertai Rahn Pada Pegadaian Arrum Haji. Kami pun langsung dibuatkan buku tabungan haji oleh bank syariah. Setelah itu, saya diantar petugas bank syariah ke Kemenag untuk melakukan pendaftaran. Alhamdulillah, sehari itu semuanya berjalan lancar. Tanpa menunggu lama, saya dan suami dipanggil petugas pendaftaran untuk melakukan proses pendaftaran. Kami pulang membawa foto copy Tanda Bukti Setoran Awal Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (SABPIH) dari bank syariah dan foto copy Surat Pendaftaran Pergi Haji (SPPH) dari Kemenag. Sementara yang aslinya disimpan oleh pihak pegadaian hingga pinjaman dilunasi. 

Di SPPH itu tercantum nomor porsi yang bisa disubmit ke portal haji pada website Kemenag RI untuk mengetahui jadwal perkiraan keberangkatan haji kita. Setelah memasukan nomor porsi haji yang diberikan waktu pendaftaran haji, saya dan suami dijadwalkan berangkat maksimum tahun 2031. Duh... masih lama ya, 13 tahun lagi. Tapi, menurut informasi, biasanya sih gak sampai segitu lamanya. Rata-rata bisa dipangkas sampai setengahnya. Ya, mudah-mudahan saja, paling lambat 7 tahun lagi kita bisa berangkat haji. Semoga Alloh memberi umur panjang pada kami untuk beribadah pada-Nya, aamiin...yra. Kalaupun tidak sampai, setidaknya niat dan langkah kami telah menjadi bukti bahwa kami benar-benar ingin menunaikan ibadah wajib rukun Islam ke-5 ini. Semoga telah dicatat sebagai pahala, aamiin...yra.
Website Kemenag RI untuk mengecek perkiraan berangkat haji

Sepulang dari sana, saya membagikan kabar gembira ini pada saudara dan teman dekat. Alhamdulillah adik dan ipar saya yang belum berhaji, keponakan dan beberapa teman dekat ikut mendaftar haji juga melalui program ini. Mudah-mudahan saja bisa berangkat bersama-sama. 

Bahagia rasanya saya jika melihat seseorang mendapatkan pencerahan dan jalan untuk beribadah kepada Alloh. Dan demikian pula tulisan ini saya maksudkan. Semoga menjadi solusi bagi teman-teman yang memiliki masalah seperti saya. Doakan saya supaya diberi kelancaran hingga dapat melaksanakan ibadah haji, ya Teman-teman. Saya berdoa juga kepada Allah, jika ini kebaikan dan diridhoi maka saya minta dimudahkan segala sesuatunya. 

Sampai tulisan ini dibuat, saya sudah mencicil selama 1 tahunan. Tidak terasa memang. Namun, saya dan suami bertekad jika memiliki rejeki lebih, kami akan segera melunasi pinjaman itu supaya hati lebih tenang.

Bagi teman-teman yang ingin penjelasan lebih lanjut tentang program Arrum Haji ini, bisa datang langsung ke kantor Pegadaian terdekat atau kunjungi website Pegadaian Syariah. Dan sebagai landasan, Teman-teman bisa baca di sini atau di sini. Selebihnya wallohu’alam bishowab. Semoga membantu.

Rabu, 07 November 2018

Mobil Berpenumpang Besar Murah di Dealer Mobil Baru


Ada banyak mobil penumpang yang bisa didapatkan. Namun, tidak semua mobil memiliki kapasitas penumpang yang besar. Sehingga bagi Anda yang hendak mencari mobil keluarga harus memerhatikan berbagai produk yang ada. Namun Anda tidak perlu cemas karena ada banyak mobil terkini yang memiliki kapasitas penumpang yang besar. Apa sajakah itu? Anda bisa tahu lebih sebelum datang ke dealer mobil baru melalui artikel ini. Dengan mengetahui produk yang cocok, Anda bisa membeli mobil di dealer dengan cepat dan nyaman. Sehingga Anda juga tidak akan terbuai dengan cara marketing mereka.
  1. Mitsubishi Xpander
Mitsubishi Xpander merupakan salah satu mobil berkapasitas penumpang besar yang laris. Anda tentu sudah tidak asing lagi dengan ini. Apalagi sudah sering lewat di layar televisi. Anda bisa mendapatkan mobil terbaru dari Mitsubishi ini dengan harga yang lebih terjangkau di dealer mobil baru terpercaya. Mobil ini juga menawarkan beragam fitur yang cukup menarik. Anda bisa berkendara dengan percaya diri karena desain bodi dari mobil ini begitu sporty. Mobil tebaru ini juga tangguh dan gahar. Di dalamnya sudah dilengkapi dengan fitur keamanan dan keselamatan yang lengkap serta mesin yang mumpuni.
  1. DFSK Glory 580
Mobil terbaru satu ini memiliki desain sporty yang tangguh. Kapasitas mesin mobil ini sebesar 1798 cc dan kapasita penumpang yang besar hingga 7 kursi. Mobil ini akan sangat nyaman bagi Anda yang bepergian jauh bersama keluarga. Apalagi pada mobil satu ini juga sudah dilengkapi fitur keamanan dan keselamatan yang sangat canggih dan lengkap. Anda akan sangat nyaman mengendarai mobil ini karena siap melaju dengan mudah dan aman di jalanan yang tidak mendukung sekalipun.
  1. Nissan Grand Livina
Mobil Nissan Grand Livina akan sangat cocok untuk berkendara di medan yang kurang baik dan tidak rata. Dengan kelebihannya ini maka bisa menjadi keuntungan lebih sebagai mobil penumpang berkapasitas besar. Mobil ini sangat nyaman karena telah dilengkapi dengan fitur keselamatan yang handal. Banyak yang mengincar mobil ini untuk taksi online meskipun bekas sekalipun. Dengan performa dan kemampuannya yang mumpuni, Anda tidak perlu khawatir jika ada pelanggan yang memesan taksi online ke tujuan yang jalannya kurang mendukung.
  1. Toyota Rush
Toyota Rush menjadi pilihan yang sangat dipertimbangkan. Ini adalah salah satu jenis mobil SUV dari Toyota. Ini juga merupakan mobil terbaik saat ini. Bahkan Anda bisa mendapatkan series terbarunya di tahun 2018. Kapasitas mesin dan tenaganya dijamin akan membuat perjalanan Anda sangat nyaman dan lancar tanpa masalah. Toyota Rush ini memiliki kapasitas mesin sebesar 1495 cc bertenaga 108HP pada 6000 rpm dan torsi 141Nm pada 4400rpm. Toyota Rush juga telah ditenagai persneling manual dengan kecepatan 5 dan 4 otomatis. Untuk harga terbarunya, Anda bisa mendapatkan harga sekitar Rp. 240.05 juta. Mobil ini juga bisa menampung banyak orang sehingga Anda tidak perlu menyewa mobil lagi.
Demikian itu adalah beberapa mobil berkapasitas penumpang besar yang akan membuat Anda merasa nyaman saat berkendara bersama banyak orang. Banyak juga Dealer mobil baru yang menyediakan jenis mobil tersebut dengan beragam merk dan tahun keluaran terbaru untuk pilihan yang sangat variatif. Dengan pilihan tersebut, Anda juga bisa memilih mobil dengan sangat mudah dan nyaman tanpa pusing harus banyak pertimbangan.